Feeds:
Tulisan
Komentar

Archive for Juli, 2008

MODUL IPS 1

Standar Kompetensi                             : Memahami Kehidupan Sosial manusia

Kompetensi Dasar                                : Mengidentifikasi interaksi sebagai proses

                                                               sosial

Kelas                                                   : X/1

 

A.     PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL

 

Interaksi Sosial adalah peristiwa saling berhubungan antara dua pihak atau lebih, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik verbal maupun nonverbal. Interaksi sosial dapat berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Apabila dua orang bertemu, maka proses interaksi sosial terjadi. Dalam interaksi sosial itu, mereka saling berbicara, berjabat tangan, atau saling menolong. Walaupun orang-orang yang bertemu muka tidak saling berbicara atau tidak saling menukar tanda-tanda, proses interaksi sosial telah terjadi, karena masing-masing sadar akan adanya pihak lain yang menimbulkan perubahan pikiran dan perasaan diantara mereka.

Ani dengan Ana terlibat suatu percakapan. Ini terjadi komunikasi verbal. Suatu saat Ana dan Ani bertemu kembali tetapi tidak dapat bercakap-cakap secara langsung. Duduknya berjauhan, sehingga Ana memberi isyarat  tertentu kepada Ani yang kemudian dipahami oleh Ani.. Interaksi semacam ini disebut komunikasi nonverbal. Dengan demikian proses interaksi sosial tidak selamanya berlangsung secara tatap muka, tetapi dapat pula secara tidak langsung dalam jarak yang berjauhan dan saling menggunakan media seperti telepon, surat, dan lain-lain.

 

B.     PROSES SOSIAL

 

Interaksi sosial pada hakikatnya merupakan proses sosial. Tanpa interaksi sosial, proses sosial tidak akan terjadi. Interaksi sosial dan proses sosial selalu mewarnai kehidupan individu-individu dalam masyarakat

Dalam pelaksanaannya interaksi sosial dapat bersifat positif maupun negatif. Proses sosial yang berjalan positif akan menghasilkan kerjasama dan integrasi sosial. Sebaliknya proses sosial yang bersifat negatif akan menghasilkan konflik dan disintegrasi sosial.

Menurut Gillin and Gillin, proses sosial ada dua bentuk, yaitu proses sosial asosiatif dan proses sosial disosiatif.

 

  1. Proses Sosial Asosiatif

 

Adalah proses sosial yang berjalan positif dan menghasilkan keteraturan dan integrasi sosial. Proses sosial yang asosiatif ini mendorong terbentuknya pranata, lembaga, atau organisasi sosial. Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif diantaranya :

 

a.       Kerjasama Sosial

Adalah usaha bersama antara dua individu atau dua kelompok  untuk mencapai tujuan. Kerjasama inilah yang mendorong terwujudnya keteraturan dan integrasi sosial. Dengan kerjasama, kegiatan masyarakat akan mudah dilaksanakan daripada dikerjakan sendiri-sendiri..

Bentuk-bentuk kerjasama sosial antara lain :

1.      Kerjasama Spontan, yaitu kerjasama secara tiba-tiba tanpa adanya suatu perintah atau tekanan dari pihak manapun.

2.      Kerjasama Langsung, yaitu kerjasama yang terbentuk karena adanya perintah dari atasan.

3.      Kerjasama kontrak, yaitu kerjasama atas dasar suatu kontrak atau perjanjian tertentu.

4.      Kerjasama tradisional, yaitu kerjasama sosial yang terbentuk karena bersifat tradisi atau adapt kebiasaan. Misalnya kerjasama dalam bentuk gotong royong, tolong menolong, atau solidaritas sosial.

 

b.      Akomodasi Sosial

Adalah proses meredakan suatu pertentangan untuk mencapai keadaan yang stabil. Bentuk-bentuk akomodasi sosial :

1.      Pemaksaan, yaitu usaha meredakan pertentangan dengan pemaksaan. Pemaksaan ini biasanya dilakukan oleh pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah.

2.      Kompromi, yaitu pengurangan tuntutan dari kedua pihak untuk mencapai suatu penyelesaian. Kompromi dapat tercapai karena  kedua belah pihak tidak mau melanjutkan pertikaiannya.

3.      Arbitrasi, yaitu penyelesaian pertentangan atau konflik oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua pihak yang bertikai.

4.      Mediasi, yaitu penggunaan pihak ketiga sebagai mediator yang tidak memihak dalam menyelesaikan suatu pertikaian. Pihak ketiga sebagai penasihat atau mediasi tidak turut mengambil keputusan.

5.      Konsiliasi, yaitu usaha mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih untuk mencapai penyelesaian masalah.

6.      Toleransi, yaitu menghindarkan diri dari perselisihan atau bersikap saling menghargai untuk meredakan pertentangan.

7.      Stalemate, yaitu usaha kedua pihak untuk menghentikan  sendiri pertikaian, karena masing-masing memiliki kekuatan seimbang.

8.      Ajudikasi, yaitu upaya penyelesaian perkara melalui pengadilan.

9.      Segresi, yaitu upaya penyelesaian sengketa dengan cara masing-masing pihak saling menghindari konflik agar tidak berkelanjutan.

10.  Eliminasi, yaitu upaya penyelesaian sengketa dengan cara salah satu pihak bersedia mengalah, meminta maaf, atau mengundurkan diri dari persaingan.

11.  Keputusan mayoritas, yaitu suatu keputusan yang diambil dengan mengumpulkan suara terbanyak.

12.  Genjatan senjata, yaitu upaya penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu dalam mencapai penyelesaian melalui perundingan.

 

c.       Asimilasi sosial

Adalah proses penyatuan dua pihak atau dua kelompok yang berbeda kebudayaan dan menghasilkan kelompok yang baru. Contoh terbentuknya kelompok masyarakat Indo pada jaman colonial Hindia-Belanda

 

 

 

 

 

d.      Akulturasi Sosial

Adalah peleburan dua unsur kebudayaan yang berbeda tanpa menghilangkan ciri khas kebudayaan masing-masing. Contoh bersatunya kebudayaan asli Indonesia dengan kebudayaan Hindu-Budha, yang tampak dari bentuk bangunan candi, arca, prasasti, dsb.

 

  1. Proses Sosial Disosiatif

 

Adalah proses sosial yang mengarah pada perpecahan dan merenggangkan rasa solidaritas kelompok. Proses sosial disosiatif dapat mendorong terjadinya konflik dan disintegrasi sosial. Bentuk-bentuk disosiatif anatara lain :

 

a.       Persaingan/kompetisi

Adalah proses sosial yang ditandai oleh persaingan untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh, persaingan untuk mencapai pekerjaan atau jabatan tertentu atau persiangan siswa untuk mencapai peringkat kelas.

 

b.      Konflik sosial

Adalah proses sosial yang diwarnai oleh terjadinya pertentangan karena perbedaan pandangan dan kepentingan. Misal konflik antara penduduk asli dengan penduduk pendatang., konflik antara majikan, konflik antara atasan dan bawahan. Jenis-jenis konflik anatar lain ;

1.      Konflik sosial antar individu, yaitu pertentangan yang terjadi antar perorangan. Contoh perselisihan suami istri, pertengkaran kakak adik, dsb

2.      Konflik sosial antar kelompok yaitu pertentangan yang terjadi antara kelompok dengan kelompok.. Misal pertentangan antara kelompok siswa yang berbeda sekolah.

3.      Konflik sosial antar ras, yaitu pertentangan yang terjadi antara dua ras yang berbeda.. Misal pertentangan antara ras kulit putih dengan ras kulit hitam di Amerika

4.      Konflik status sosial yaitu pertentangan yang terjadi karena perbedaan kedudukan sosial. Misal pertentangan antara buruh dengan majikan.

5.      Konflik antar budaya yaitu pertentangan yang terjadi akibat perbedaan kebudayaan. misal pertentangan antara nilai-nilai budaya Barat dengan nilai budaya Timur.

 

c.       Kontroversi Sosial

Adalah proses sosial yang ditandai oleh adanya sikap dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, tetapi tidak menimbulkan konflik sosial. Bentuk-bentuk kontroversi  sosial anatar lain :

1.      Kontroversi umum, misalnya menghasut, menghalang-halangi, memprotes, dsb

2.      Kontroversi sederhana, misalnya memaki-maki di telepon, mencerca, atau memfitnah

3.      Kontroversi intensif, misalnya menyebarkan desas desus atau mengecewakan orang lain.

4.      Kontroversi rahasia, misalnya membocorkan rahasia orang lain, berkhianat, atau ingkar janji.

5.      Kontroversi taktis, misalnya mengganngu atau menghalang halangi pihak lain atau kelompok lain.

Read Full Post »

Standar Kompetensi                 : Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan 

                                                   Republik Indonesia (NKRI)

Kompetensi Dasar                    : Mendeskrepsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur

                                                   terbentuknya negara.

Kelas                                       : X/1

 

A.     Hakikat Bangsa.

 

Sebuah bangsa pada hakikatnya terdiri atas manusia-manusia. Manusia tersebut merupakan individu yang secara hakiki bersifat sosial. Ia tidak bisa hidup tanpa manusia lain. Karena itu, ia menjalin relasi dan berinteraksi dengan manusia lain dalam masyarakatnya. Dalam segala apa yang dilakukannya, ia merasa ditentukan oleh kehadiran manusia-manusia lain. Ia membutuhkan kebersamaan dengan orang lain. Naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain disebut gregariousness. Karena itu, manusia juga disebut social animal = hewan sosial, hewan yang senantiasa hidup bersama (Soerjono Soekanto, 1986).

Dalam kenyataan, manusia itu hidup bersama dalam berbagai kelompok yang beragam latar belakangnya. Pada awalnya, manusia hidup dalam keluarga. Kemudian berdasarkan kepentingan dan wilayah tempat tinggalnya, ia hidup dalam kesatuan sosial yang disebut masyarakat (community) dan bangsa.

Menurut Ben Anderson bangsa sebagai komunitas politik yang dibayangkan dalam wilayah yang jelas batasnya dan berdaulat.  Dari beberapa pendapat ahli, dapat disimpulkan bahwa bangsa adalah sekelompok manusia/orang yang memiliki  nhal-hal berikut :

  1. Cita-cita bersama yang mengikat dan menjadi satu kesatuan.
  2. Perasaan senasib dan sepenanggungan.
  3. Karakter yang sama.
  4. Adat istiadat/budaya yang sama.
  5. Satu kesatuan wilayah.
  6. Terorganisir dalam satu wilayah hukum

 

B.     Hakikat Negara

 

Menurut Franz Magnis-Suseno, negara merupakan satu kesatuan masyarakat politik. Fungsinya adalah membuat, menerapkan, dan menjamin berlakunya norma kelakuan untuk seluruh masyarakat. Sementara itu menurut Miriam Budiardjo setiap negara mempunyai sifat sebagai berikut :

  1. Memaksa

Artinya negara mempunyai kekuasaan untuk memakai kekerasan fisik secara sah. Tujuannya adalah agar peraturan perundang-undangan ditaati, ketertiban dalam masyarakat tercapai, dan anarki (kekacauan) dalam masyarakat dicegah. Selain dengan paksaan dapat juga dilakukan dengan persuasi, yaitu meyakinkan orang dengan argumentasi atau penjelasan-penjelasan, sehingga orang lain mau melakukan sesuatu.

 

 

 

 

  1. Monopoli

Negara mempunyai monopoli untuk melakukan sesuatu, sesuai dengan tujuan bersama dari masyarakat. Contoh, negara menjatuhkan hukuman pada setiap orang yang melanggar peraturan, memungut pajak atau menentukan uang yang berlaku di wilayahnya, dsb.

 

  1. Mencakup semua

Semua peraturan perundang-undangan berlaku untuk semua orang, tanpa kecuali.

 

 

C.     Unsur-unsur Terbentuknya Negara

 

A.     Unsur konstitutif negara

Unsur konstitutif negara adalah unsur yang menentukan ada atau tidaknya suatu negara.

1.      Rakyat

Rakyat adalah semua orang yang berdiam di dalam suatu negara atau menjadi penghuni negara.

 

                                                                              Warga negara (WNI asli

                                                                              dan warga negara yang

                                                                              disahkan oleh UU)

 

                                          Penduduk

 

 

                                                                              Bukan warga negara

                                                                              (Warga negara asing)

Rakyat 

 

 

 

 

 

 

                                                      Bukan penduduk

 

 

           

 

            Penduduk adalah mereka yang bertempat tinggal tetap atau berdomisili tetap di dalam wilayah negara (menetap)

           

            Bukan penduduk adalah mereka yang berada di dalam wilayah negara, tetapi tidak bermaksud bertempat tinggal di negara itu. Contohnya wisata asing yang sedang melakukan perjalanan wisata.

 

            Warga negara adalah mereka yang berdasarkan hukum merupakan anggota dari negara (menurut undang-undang diakui sebagai warga negara).

 

            Bukan warga negara (Orang asing) adalah mereka yang mengakui negara lain sebagai negaranya.

 

2.      Wilayah

 

Wilayah adalah bagian tertentu dari permukaan bumi dimana penduduk suatu negara bertempat tinggal secara tetap. Wilayah suatu negara meliputi wilayah daratan, lautan, dan udara.

a.       Daratan

Batas wilayah darat suatu negara biasanya ditentukan dengan suatu perjanjian antara suatu nega dengan negara lain.dalam bentuk traktat. Perbatasan anatara negara dapat berupa :

·        Batas alam, misalnya sungai, danau, pegunungan, atau lembah.

·        Batas buatan, misalnya pagar tembok, pagar kawat berduri.

·        Batas menurut geofisika, misalnya lintang utara/selatan, bujur timur/barat.

 

b.      Lautan

Menurut Konferensi Hukum Laut International III 10 Desember 1982 yang diselenggarakan oleh PBB di Montego Bay, Jamaica, menghasilkan batas wilayah negara sebagai berikut :

 

 

 

1.      Lautan Teritorial

Setiap negara mempunyai kedaulatan atas laut territorial selebar 12 mil laut, yang diukur berdasarkan garis lurus yang ditarik dari garis dasar (base line) garis pantai kea rah laut bebas.

 

2.      Zona Bersebelahan

Zona bersebelahan merupakan batas laut selebar 12 mil laut dari garis batas laut territorial atau batas laut selebar 24 mil laut dari garis dasar.

 

 

 

 

 

3.      Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Zona Ekonomi Eksklusif merupakan batas lautan suatu negara pantai lebarnya 200 mil laut dari garis dasar.. Dalam batas ini, negara pantai berhak menggali kekayaan alam yang ada dan menangkap para nelayan asing yang kedapatan sedang melakukan penangkapan ikan.

 

4.      Landas Benua.

Landas benua adalah wilayah  daratan negara pantai yang berada di bawah lautan  di laut ZEE, selebar lebih kurang 200 mil di lautan bebas.

 

5.      Landas Kontinen

Landas kontinen merupakan daratan yang berada di bawah permukaan air  di luar laut territorial sampai kedalaman 200 m. Bagi negara pantai, landas kontinen dinyatakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayah daratan.

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              

 

 

c.       Udara

Wilayah udara suatu negara ada di atas wilayah daratan dan wilayah lautan negara itu.

 

      Pembatasan wilayah suatu negara sangat penting sekali karena menyangkut pelaksanaan kedaulatan suatu negara dalam segala bentuk, seperti hal-hal berikut :

1.      Berkuasa penuh terhadap kekayaan yang ada di dalamnya.

2.      Berkuasa mengusir orang-orang yang bukan warga negaranya dalam wilayah tersebut bila tidak memiliki izin dari negara itu.

 

 

 

3.      Pemerintah Yang Berdaulat

Pemerintah yang berdaulat mempunyai kekuasaan sebagai berikut :

a.       Kedaulatan ke dalam, artinya wibawa, berwenang menentukan dan menegakkan hukum atas warga dan wilayah negaranya.

b.      Kedaulatan keluar adalah mempunyai kedudukan yang sederajat dengan negara lain, sehingga bebas untuk menentukan hubungan diplomatik dengan negara lain.

 

 

B.     Unsur Deklaratif Negara

Pengakuan dari negara-negara lain merupakan unsur deklaratif negara. Unsur ini bersifat menerangkan saja tentang adanya negara.

Makna pengakuan dari negara lain adalah untuk menjamin suatu negara baru dapat menduduki tempat yang sejajar sebagai suatu organisasi politik yang merdeka dan berdaulat di tengan keluarga bangsa-bangsa.

 

 

Ada dua pengakuan:

 

a.       Pengakuan de facto

         Adalah atas fakta adanya negara. Pengakuan itu berdasarkan kenyataan bahwa satu komunitas politik telah terbentuk dan memenuhi ketiga unsur konstituf negara, yaitu wilayah, rakyat dan pemerintah yang berdaulat.

 

b.      Pengakuan de jure

      Adalah pengakuan bahwa keberadaan suatu negara itu sah menurut hukum internasional.

 

 

 

 

 

EVALUASI

1.      Berilah contoh bahwa manusia sebagai mahluk individu maupun mahluk sosial !

2.      Jelaskan pengertian bangsa menurut persepsi kalian berdasarkan modul di atas !

3.      Jelaskan unsur-unsur terbentuknya negara  !

4.      Jelaskan batas-batas wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia !

5.      Jelaskan fungsi pengakuan dari negara lain !

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.